INDONGEBLOG.COM

LIFE – HEALTH – INTELLIGENCE BLOG

12 Ikrar Agung Bhaisajyaguru

Rating 3.00 out of 5

Demikian aku telah mendengar,

Pada suatu saat, sewaktu Sang Junjungan sedang bepergian ke berbagai negeri untuk mengajarkan Dharma kepada penduduk, Beliau tiba di Vaisali. Di tempat itu, Beliau berdiam dibawah pohon di mana musik berkumandang. Bersama Beliau terdapat persamuan besar bhiksu yang berjumlah 8000 orang. Hadir pula 36.000 Bodhisattva Mahasattva, para raja dengan menteri utamanya, brahmana, umat terpelajar, dewa, naga, yaksa, dan makhluk-makhluk ini mengelilingi Hyang Buddha. Hyang Buddha kemudian membabarkan Dharma kepada mereka.

Pangeran Dharma Manjusri yang menerima kekuatan spiritual yang luhur dari Hyang Buddha melalui inspirasi, bangkit dari tempat duduknya, membetulkan letak jubahnya, dan berlutut dengan kaki kanan-Nya. Dengan beranjali, ia memberikan penghormatan. Manjusri menyapa Hyang Buddha dengan berkata : “Oh, Yang Dijunjung dengan tulus aku memohon agar Engkau membabarkan tentang bentuk dan keanekaragaman nama semua Buddha, tentang pahala dari Ikrar Agung mereka yang diucapkan sewaktu pertama kali menapak jalan Bodhisattva. Agar semua yang mendengar ini akan dibersihkan dari rintangan karmanya sehingga mereka bisa memberikan manfaat dan kegembiraan kepada semua makhluk hidup di zaman Ajaran ( Dharma ) Duplikat ( dimana yang tersisa hanay bentuk daripada isinya ).

Kemudian Hyang Buddha memuji pemuda (kumara) Manjusri dengan berkata : “Bagus, bagus, Manjusri. Disebabkan welas asihmu yang besar, engkau telah memohon kepadaku agar membabarkan nama semua Buddha dan pahala dari ikrar agung mereka, untuk merenggut rintanagn karma yang mengikat semua makhluk hidup dan memberi manfaat memperkaya, memberikan kedamaian dan kegembiraan kepada semua makhluk hidup di Zaman ajaran duplikat. Dengarkan baik-baik dan renungkan dengan baik apa yang akan kuberitahukan.”

Manjusri berkata : “Dengan setulusnya aku memohon Engkau berbicara dan kami semua akan mendengarkan penjelasan-Mu dengan penuh kegembiraan.”

Hyang Buddha Penyembuhan: “Kedua belas Ikrar-Nya dan Tanah Suci-Nya di sebelah Timur.”

Hyang Buddha berkata kepada Manjusri :”Jika engkau pergi kea rah Timur melewati tanah Buddha sebanyak 10 kali jumlah butiran pasir di Sungai Gangga, engkau akan menemukan suatu negeri yang dikenal sebagai “Lazuardi Murni”. Buddhanya dikenal sebagai Tathagata Cahaya Lazuardi, Guru Penyembuhan, Arhat, Yang Mencapai Penerangan Sempurna (Samyaksambuddha), Yang Memiliki Pikiran dan Perbuatan Sempurna (Vidya Carana Sampanna), Yang Telah Menempuh Jalan Mulia (Sugata), Dia Yang Mengenal Segenap Dunia (Lokavid), Makhluk Tiada Tandingan (Anuttara), Penjinak Nafsu (Purusa Damya Sarathi), Guru Dewa dan Manusia (Sasta Devamanusyanam), Beliau Yang Sadar ( Buddha Lokanatha), dan Beliau Yang Luhur (Bhagavan). Manjusri, sewaktu Hyang Buddha Tathagata Cahaya Lazuardi, Raja Guru Penyembuhan pertama kali menapak jalan Bodhisattva, Beliau membuat 12 ikrar yang memungkinkan semua makhluk hidup untuk memperoleh apa yang mereka inginkan.

IKRAR AGUNG KE-1

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan sempurna tak tertandingi (Anuttarasamyaksambodhi) di masa yang akan datang, suatu cahaya yang gemilang akan memancar dari tubuhku untuk menerangi dengan cemerlang negeri yang tak terhingga, tak terhitung, dan tak terbatas. Tubuh ini akan dihiasi dengan sempurna 32 ciri manusia unggul dan 80 tanda tambahan. Aku akan mengusahakan agar semua makhluk hidup menyerupaiku secara keseluruhan.

IKRAR AGUNG KE-2

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan di masa yang akan datang, tubuhku akan bagaikan Lazuardi dari dalam maupun dari luar, bersinar dengan kemurnian yang tajam dan tak ternoda. Cahayanya akan benar-benar memberi manfaat yang besar dan mengagumkan. Negeriku akan menjadi tempat kediaman yang unggul dari hening, dihiasi dengan jaringan cahaya (bagaikan suatu aura) yang terangnya melebihi sang surya dan rembulan. Aku akan menunjukkan fajar kepada makhluk hidup yang tertutup seluruhnya oleh kegelapan agar mereka bisa bertindak sesuai dengan jalan yang mereka sukai.

IKRAR AGUNG KE-3

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penernagan di masa yang akan datang dengan kebijaksanaan dan caraku yang tak terhingga dan tak terbatas, aku akan mengusahakan agar semua mahkluk mendapatkan segala apa yang mereka perlukan sehingga mereka tidak akan mengalami kekurangan (kebutuhan hidup).

IKRAR AGUNG KE-4

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan di masa akan datang, jika ada makhluk-makhluk yang menempuh jalan menyimpang, aku akan membimbing mereka kembali ke jalan penernagan. Jika ada yang menjadi pengikut jalan Sravaka atau Pratyekabuddha, mereka akan dimantapkan dalam Jalan Besar (Mahayana).

IKRAR AGUNG KE-5

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan di masa yang akan datang, jia ada mahkluk hidup tak terhingga dan tak terbatas yang mengembangkan dan mempraktekkan perbuatan murni dari ajaranku, aku akan mengusahakan agar mereka semua dapat menjalankan dengan baik tata prilaku dan ketiga Sila Murni (tidak melakukan perbuatan tercela, bertindak/berbuat dengan sikap yang benar dan berusaha memberi manfaat pada semua makhluk hidup). Mereka yang menghujat dan melanggar, sesudah mendengar namaku, merenung dan memujanya dengan tulus, akan memperoleh kembali kemurnian dan tak akan terjatuh ke dalam kehidupan yang menyedihkan.

IKRAR AGUNG KE-6

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan di masa yang akan datang, jika ada mahkluk hidup yang badannya tidak sempurna, cacat organ inderanya, jelek, bodoh, tuli, buta, bisu, lumpuh, dan pincang, bongkok, sakit lepra, kejang, gila atau dihinggapi berbagai penyakit dan penderitaan – makhluk seperti ini bila mereka mendengar namaku, menyebut dan merenungkannya dengan tulus, mereka akan memperoleh rupa yang bagus dan kecerdasan praktis, semua organ indera mereka akan disempurnakan dan mereka tidak akan dihinggapi penyakit maupun penderitaan.

IKRAR AGUNG KE-7

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan di masa yang akan datang, jika ada makhluk yang menderita sakit atau tertindas, yang tidak punya tempat berlindung dan kediaman, yang tidak mendapatkan dokter maupun obat, tanpa sanak saudara, yang melarat dan berat penderitaanya segera setelah namaku terdengar dan disebut oleh mereka, segala penyakit mereka akan disembuhkan dan mereka akan merasakan ketentraman dan kegembiraan di dalam badan dan pikiran. Mereka akan mendapat keluarga dan kebutuhan yang berlimpah, dan mereka sendiri akan mengalami penerangan sempurna di kemudian hari.

IKRAR AGUNG KE-8

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan di masa yang akan datang, jika ada perempuan yang menderita salah satu dari ratusan kesengsaraan yang dialami perempuan, yang pada akhir kehidupannya tidak ingin terlahir dengan tubuh perempuan lagi – bila perempuan ini mendengar namaku, menyebut, dan merenungkannya, mereka semua akan memperoleh fisik laki-laki dengan dilengkapi ciri-ciri bagus dalam penitisan yang akan datang. Mereka semua mengalami penerangan sempurna di kemudian hari.

IKRAR AGUNG KE-9

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan di masa yang akan datang. Aku akan mengusahakan agar semua makhluk hidup terlepas dari jaring Mara. Mereka akan dibebaskan dari belenggu segala jalan menyimpang. Jika ada yang terseret ke dalam berbagai pandangan keliru yang tebalnya bagaikan hutan, aku akan mengusahakan agar mereka perlahan-lahan mengembangkan dan mempelajari semua praktek Bodhisattva, sehingga mereka akan mengalami penerangan sempurna di kemudian hari.

IKRAR AGUNG KE-10

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan di masa yang akan datang, jika – sesuai dengan yang tertulis di dalam undang-undang Negara ada mahkluk hidup yang dirantai dan dicambuk, dibelenggu dan dijebloskan ke dalam penjara, atau yang akan dijatuhi hukuman mati; dan kepada siapa yang mengalami kesulitan, bencana/petaka tidak habis-habisnya yang amat memalukan, menyedihkan, dan menyusahkan, badan dan pikiran mereka menderita kegetiran ini – jika orang seperti ini mendengar namaku dan merenungkannya, diberkahi oleh kekuatan spiritual yang mengagumkan dan pahala kebajikanku, mereka akan dibebaskan dari segala kesedihan dan penderitaan.

IKRAR AGUNG KE-11

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan dimasa yang akan datang, jika ada makhluk hidup yang tersiksa oleh lapar dan haus dan yang menciptakan karma buruk di dalam (keputus-asaan) mencapai penghidupan, jika mereka mendengar namaku, merenungkan dan mempertahankannya selalu di dalam pikiran mereka, maka aku akan memberi makanan dan minuman enak untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya dulu. Sesudah itu, dengan memberi santapan Ajaran Dharma, mereka akan menjadi tenteram dan bergembira pada akhirnya dan dimantapkan di dalamnya.

IKRAR AGUNG KE-12

Aku berikrar bahwa bila aku mencapai penerangan di masa yang akan datang, jika ada mahkluk hidup yang miskin dan tidak memiliki baju; terganggu dan tersiksa siang dan malam oleh lalat dan nyamuk, panas dan dingin – bila mereka mendengar namaku, merenungkan dan mempertahankannya selalu di dalam pikiran, mereka akan memperoleh segala macam baju bagus dan indah sesuai dengan keinginannya. Mereka juga akan memperoleh segala macam perhiasan mahal, karangan bunga, serbuk dupa wangi, musik dan (kenikmatan) berbagai pertunjukan kesenian. Aku akan membuat mereka mendapatkan berlimpah-limpah apa yang mereka inginkan.

Manjusri, inilah kedua belas ikrar halus (substil), mulia, dan unggul yang diucapkan oleh Tathagata Cahaya Lazuardi, Raja Guru Penyembuhan itu sewaktu Beliau menapak Jalan Bodhisattva mengenai pahala dan hiasan gemilang dari tanah Buddhanya, sekalipun aku mencoba menceritakannya selama satu kalpa atau pun lebih lama, hal itu tidak akan terungkap sepenuhnya. Tanah Buddha Raja Guru Penyembuhan sampai sekarang masih luar biasa murninya (tidak ada kotoran) dan disitu tidak ada godaan ( Dalam bahasa literatur “tidak ada perempuan” ), tidak ada kehidupan yang menyedihkan (Alam nerak, setan kelaparan, dan binatang), dan tidak ada ratapan penderitaan.

Tanahnya terdiri dari Lazuardi dan pinggir jalannya dibatasi emas. Tembok dan gerbang, istana dan pavilyun, balcon dan jendela, gorden dan tirai, semuanya terbuat dari 7 (tujuh) permata mulia (Emas, perak, lazuardi, kwarts, kristal, egate, karnelian, dan rubi atau mutiara merah). Tempat itu menyerupai Tanah Sukhavati di sebelah barat; pahala dan hiasannya tidak berbeda.

Di negeri ini terdapat 2 (dua) Bodhisattva yaitu Suryaprabhasana dan Candraprabhasana. Mereka merupakan pemimpin dari kumpulan Bodhisattva yang tak terbatas dan tak terhingga di sana . Mereka sudah mampu mempertahankan dan membabarkan ajaran murni Tathagata Cahaya Lazuardi, Raja Guru Penyembuhan.

Untuk itu, Manjusri, semua upasaka-upasika yang memiliki keyakinan haruslah mempunyai keinginan untuk menitis di tanah Buddha itu.”

  • Share/Bookmark

Read Also

Tags: , ,

Saturday, November 8th, 2008 BHAISAJYA GURU VAIDURYA PRABHA RAJA

No comments yet.

Leave a comment